Ingin dapat pasif income dan uang halal sambil facebookan, instagram , twitter - income syariah

keutamaan bulan rajab dan keistimewaan puasa ( Shaum ) rajab

keutamaan-bulan-rajab-dan-keistimewaan-puasa-rajab
keutamaan bulan rajab dan keistimewaan puasa ( Shaum ) rajabkeutamaan-bulan-rajab-dan-keistimewaan-puasa-rajab

Setiap kali memasuki Rajab, ada sebuah doa yang sangat sering dibaca atau didawamkan oleh kaum muslimim yang menandakan kian dekatnya  ke bulan agung bulan benuh ampunan dan pahala yaitu bulan ramadhan oleh karena itu mari setiap usai shalat kita bacakan Doa Rajab semoga alloh SWT menyampaikan usia kita ke bulan Puasa Ramadhan. Doa tersebut adalah :


اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
 
“Ya Alloh berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami kepada Bulan Ramadhan”

Bulan Rajab ini termasuk salah satu bulan yang diagungkan oleh Alloh SWT  disebut syahrullah (bulan Allah)  oleh karena itu dengan keistimewaan dan keutamaan bulan rajab mari kita sambut bulan rajab dengan meningkatkan ibadah baik, ibadah maghdhah maupun ibadah ghoir maghdhah karena di bulan rajab, sya'ban dan ramadhan pahala dilipat gandakan.

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia)." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). 


Hadits lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan kecuali puasa bulan Sya'ban

Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut al-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. 


Bahkan berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan  Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). 


Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.

Disebutkan dalam  Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan  muharram. 


Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan “Memang benar  tidak satupun ditemukan hadits shahih mengenai puasa Rajab, namun telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul saw menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

Shaum / Puasa di bulan Rajab hukumnya adalah sunnah. Bagi Anda yang menjalankan tentu akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sementara yang tidak berpuasa pada bulan Rajab tidak akan mendapat apa-apa. Meskipun hukumnya sunnah, Allah SWT sudah menyiapkan pahala yang sangat besar untuk orang yang melaksanakannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka jahanam.  Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan bila puasa 10 hari maka Allah akan  mengabulkan semua permintaannya.” HR. At-Thabrani

Berikut adalah beberapa keutamaan bulan rajab dan keistimewaan puasa rajab

    1. Hendaklah kamu memuliakan bulan Rajab, niscaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari Qiamat.


    2. Kelebihan bulan Rajab dari segala bulan ialah seperti kelebihan Al-Quran keatas semua kalam (perkataan).


    3. Puasa ( Shaum )  sehari dalam bulan Rajab seumpama puasa empat puluh tahun dan diberi minum air dari syurga.


    4. Bulan Rajab Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Puasa dalam bulan Rajab, wajib bagi yang ber puasa itua.Diampunkan dosa-dosanya yang lalu. Dipelihara Allah umurnya yang tinggal.Terlepas daripada dahaga di akhirat.


    5. Puasa pada awal Rajab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.


    6. Siapa bersedekah dalam bulan Rajab, seperti bersedekah seribu dinar,dituliskan kepadanya pada setiap helai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu derjat, dihapus seribu kejahatan – “Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab/ Isra Mi’raj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa.”


    7. Bulan Rajab bulan Allah, bulan Sya’ban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.


    8. Kemuliaan Rajab dengan malam Isra’ Mi’rajnya, Sya’ban dengan malam nisfunya dan Ramadhan dengan Lailatul-Qadarnya.


    9. Puasa ( Shaum ) sehari dalam bulan Rajab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus).Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.


    10.Puasa (  Shaum ) 3 hari pada bulan Rajab, dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun perjalanan).


    11.Puasa  ( Shaum ) 7 hari pada bulan Rajab, ditutup daripadanya 7 pintu neraka.


   12.Puasa ( Shaum ) 16 hari pada bulan Rajab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga, dan menjadi orang yang pertama menziarahi Allah dalam syurga.


Mengamalkan Hadits Daif  Puasa Rajab

Ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi bahwa hadits-hadits tentang keutamaan dan kekhususan puasa Rajab tersebut terkategori dha'if (lemah atau kurang kuat).


Namun dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana biasa diamalkan para ulama generasi salaf yang saleh telah bersepakat mengamalkan hadis dha’if dalam konteks fada’il al-a’mal (amal- amal utama).

Syaikhul Islam al-Imam al-Hafidz al- ‘Iraqi dalam al-Tabshirah wa al- tadzkirah mengatakan:

“Adapun hadits dha’if yang tidak maudhu’ (palsu), maka para ulama telah memperbolehkan mempermudah dalam sanad dan periwayatannya tanpa menjelaskan kedha’ifannya, apabila hadits itu tidak berkaitan dengan hukum dan akidah, akan tetapi berkaitan dengan targhib (motivasi ibadah) dan tarhib (peringatan) seperti nasehat, kisah-kisah, fadha’il al-a’mal dan lain- lain.”


related post




36 Responses to "keutamaan bulan rajab dan keistimewaan puasa ( Shaum ) rajab"

  1. banyak peristiwa penting yg terjadi di bulan ramadhan. pertama kali diturunkan alquran, terjadinya perang badar, ada satu hari yg lebih bgus dari seribu bulan. dll
    mudahan kita menpadtkan berkah di bulan ramadhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah berkomentar,
      semoga kita dapat berkah dari keutamaan bulan rajab dan keistimewaan puasa rajab , amin

      Delete
    2. Artikelnya bermanfaat kak, ini saya juga punya artikel tentang Keutamaan di Bulan Ramadhan, semoga dapat saling melengkapi

      16 Keutamaan di Bulan Ramadhan - Lengkap dengan hadisnya

      Delete
  2. terimakasih atas informasinya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah-mudahan, di bulan rajab yang penuh berkah dan pahala dari Allah SWT kita bisa memanfaatkan sebaik-baiknya dengan kedatangan bulan rajab yang penuh keistimewaan dan keutamaan dibanding bulan lainnya. amin

      Delete
  3. moga bermanfaat bagi kita semua,amin.........

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah berkomentar,
      semoga di bulan rajab ini Allah SWT senantiasa
      memberikan rahmat dan magfirah.
      mari kita manfaatkan moment yang tahunan ini selagi masih diberi kesempatan

      Delete
  4. mudah mudahan saya genap 10hari

    ReplyDelete
  5. Afwan ya akhi itu hadits dr imam thabroni ada di kitab apa..dan bagaimana kedudukan Hadits nya..syukron

    ReplyDelete
  6. bagaimana dengan artikel yang anda tulis sudah di analsisis dengan benar dan sumbernnya dari mana... hadis dan kitab apa... sukron ya akhi atas artikelnya.

    ReplyDelete
  7. Syukron atas pencerahannya.
    Jika ada hadits yg menguatkan tentang keutamaan bulan rajab dan keistimewaan puasa rajab, bisakah tlg d cantumkan agar lbh menguatkan n lbh meyakinkan.

    ReplyDelete
  8. Syukron atas penjelasannya akhii.. kebetulan saya sedang cari-cari info ttg puasa sunnah di bulan rojab ini. semoga kita selalu mendapat keberkahan di salah satu bulan mulia ini. Aamiin

    ReplyDelete
  9. thanks banget nih infonya, moga yang ngepost dapat pahala dari yang maha kuasa

    ReplyDelete
  10. Assalamualaikum,wrwb.
    Sebagai kajian sebelum kita mengambil kesimpulan coba buka jg "Hadis Shahih keutamaan bulan Rajab"

    ReplyDelete
  11. yg ngekor Baz, ustaimin,Al bani,Jawaz g usah ikt koment ya...

    ReplyDelete
  12. tolong disebutkan dasar-dasar /hadist-hadist yang shohih tentang berbagai keutamaan di bulan Rajab. trimakasih.

    ReplyDelete
  13. Smga qt mdpt keberkahan aamiin..

    ReplyDelete
  14. Alhamdulilah terimakasih infonya jadi makin banyak ilmunya;)dan tentunya makin semangat ngejalaninya ~amin~

    ReplyDelete
  15. Masya Alloh..Amiiin

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah semoga yang memasukan keterangan tentang fadilah puasa Bulan rojab dipanjangkan umur nya oleh Alloh amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiin,
      terima kaish mudahan-mudahan dengan di ingatkan beberapa keutamaan dan keistimewaan fadilah puasa / shaum rajab bisa meningkatkan amalan sholeh lainnya pada bulan rajab dan bulan lainnya,

      Delete
  17. Tapi adakah dalil sohih nya?? Maksudnya saya butuh penjelasan lebih rinci terkait dalil dari keutamaan shaum di bulan rajab
    .
    Apakah dijekaskan oleh Rosululloh terkait hal itu,?? Mohon penjelasan nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia)." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"
      Menurut al-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.
      Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).
      Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.
      Disebutkan dalam Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.

      Delete
    2. Betul bulan Rajab boleh melakukan puasa sunnah namun tidak terdapat di dalam hadith yang shohih dalam keutamaannya, yg ada hanya keutamaan puasa sunnah di bulan haram dan rajab termasuk didalamnya bila saja ada yg selalu menjalankan puasa sunah seperti puasa daud atau senin kamis atau puasa 3 hari setiap bulannya maka jalankanlah kebiasaan itu di bulan Rajab. Sebaik baik tuntunan adalah dari Nabi SAW. Karena Rasulullah pun kadang tdk berpuasa di bulan Rajab jadi puasa di bulan Rajab bukanlah utama sampai dikatakan kalau 1 hari , 3 , 7, 10, 16 hari itu hadith maudhu' (palsu) ada yg dusta di dalam sanadnya. Namun puasa Rajab tidaklah dilarang dan puasa tersebut adalah sunnah rasul sama seperti puasa di bulan haram lainnya. Saya hanya meluruskan saja karena selama saya membaca dan mencari tau kebenaran hadith tsb ternyata tidaklah benar, sekali lagi sebaik-baik tuntunan adalah dari Rasulullah SAW dan Rasulullah tdk pernah mengatakan puasa Rajab punya keistemewaan dan utama, tapi puasa Rajab sama dengan halnya puasa di bulan bulan haram lainnya. Ibadah sunnah tentu ada pahalanya.
      Wallaahu a'lam bishshowab..

      Delete
    3. Mengamalkan Hadis Daif Rajab
      Ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi bahwa hadis-hadis tentang keutamaan dan kekhususan puasa Rajab tersebut terkategori dha'if (lemah atau kurang kuat).
      Namun dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana biasa diamalkan para ulama generasi salaf yang saleh telah bersepakat mengamalkan hadis dha’if dalam konteksfada’il al-a’mal (amal- amal utama).
      Syaikhul Islam al-Imam al-Hafidz al- ‘Iraqi dalam al-Tabshirah wa al- tadzkirahmengatakan:
      “Adapun hadis dha’if yang tidak maudhu’ (palsu), maka para ulama telah memperbolehkan mempermudah dalam sanad dan periwayatannya tanpa menjelaskan kedha’ifannya, apabila hadis itu tidak berkaitan dengan hukum dan akidah, akan tetapi berkaitan dengan targhib (motivasi ibadah) dan tarhib (peringatan) seperti nasehat, kisah-kisah, fadha’il al-a’mal dan lain- lain.”

      Delete
  18. Replies
    1. terima kasih, semoga keutamaan dan keistimewaan bulan rajab selalu di isi dengan amalan dan ibadah agar lebih berkah. amin

      Delete
  19. Terimakasih
    Semoga kita bisa meningkatkan ibadah

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin, semoga kita bisa meningkatkan amalan amalan ibadah di bulan rajab , sya'ban dan bulan ramadhan yang penuh dengan ampunan dan pahala berlipat

      Delete
  20. Trimakasih infonya..
    InsyaAllah berkah bgi kita smua..
    Tp tolong dijawab pertanyaan saya ya..
    **itu puasanya boleh diseling2 g ya?**
    Mksudnya gini,InsyaAllah kan mau puasa 10 hari.tp jka dihari ke4/5 pas haid,selesai haid bisa dilanjutkan lg g?
    Mohon dibantu jawab

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih,
      puasa rajab hukumnya sunnah jadi kapan pun bisa dilakukan baik secara rutin maupun selang seling, dan tentunya tidak akan mengurangi nilai pahalanya

      Delete
  21. trmksh mas bro udh brbgi ilmu brmanfaat bgt

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama, semoga tulisan tentang keutamaan bulan rajab dan keistimewaan puasa rajab bisa menjadi ilmu bermanfaat

      Delete
  22. adakah dalil/hadis yg menjelaskan tentang keutamaan puasa rajab seperti puasa 1 hari di bulan rajab sama seperti berpuasa 40 tahun atau puasa tgl 27 rajab seperti puasa 5 tahun?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung,

      Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

      "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

      Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad Saw bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."

      Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.

      Ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi bahwa hadis-hadis tentang keutamaan dan kekhususan puasa Rajab tersebut terkategori dha'if (lemah atau kurang kuat).
      Namun para ulama generasi salaf yang saleh telah bersepakat mengamalkan hadis dha’if dalam konteks fada’il al-a’mal (amal- amal utama).
      Syaikhul Islam al-Imam al-Hafidz al- ‘Iraqi dalam al-Tabshirah wa al- tadzkirahmengatakan:
      “Adapun hadis dha’if yang tidak maudhu’ (palsu), maka para ulama telah memperbolehkan mempermudah dalam sanad dan periwayatannya tanpa menjelaskan kedha’ifannya, apabila hadis itu tidak berkaitan dengan hukum dan akidah, akan tetapi berkaitan dengan targhib (motivasi ibadah) dan tarhib (peringatan) seperti nasehat, kisah-kisah, fadha’il al-a’mal dan lain- lain

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog tipstriksib

WARNING!!
Komentar SPAM akan dihapus segera setelah saya review
Bila anda senang dengan artikel ini silahkan berkomentar dengan baik dan bijak.

loading...